browser icon
You are using an insecure version of your web browser. Please update your browser!
Using an outdated browser makes your computer unsafe. For a safer, faster, more enjoyable user experience, please update your browser today or try a newer browser.

Lukisan di Plafon Banqueting House London

Posted by Rizka Maydita on November 27, 2011

Lukisan Plafon dan Singgasana Raja di Aula Utama

 

Saya sebenarnya bukanlah orang yang menyukai lukisan. Tapi Saya yakin, sebagian besar orang yang memiliki kesempatan untuk melihat lukisan di negara-negara Eropa, pasti langsung jatuh hati dengan karya seni satu ini.

Seperti lukisan plafon yang ada di aula utama Banqueting House di London. Lukisan di kanvas ini berusia sekitar 400 tahun, tapi masih terawat dengan baik dan gambarnya masih terlihat dengan jelas.

Dibuat oleh Sir Peter Paul Rubens, terdapat sembilan lukisan raksasa yang dipasang di langit-langit Banqueting House pada tahun 1636. Ada dua lukisan berukuran 9×6 meter serta dua lainnya yang berukuran 12×3 meter.

Awalnya, Raja Charles I meminta Rubens untuk membuat lukisan di plafon guna memperingati pemerintahan Raja James I yang juga ayah dari Charles I. Di lukisan yang terdapat tepat diatas singgasana raja yang berwarna merah itu terlihat Raja James I sedang dikelilingi dua makhluk bersayap yang turun dari langit untuk memasang mahkota di kepala James I.

Sementara lukisan berbentuk oval di sebelah kirinya menggambarkan pemerintahan James I yang berhasil mengekang persilisihan, serta kemenangan atas ketamakan yang ada di lukisan oval sebelah kanan.

Selain kisah Raja James I, lukisan di plafon Banqueting House juga menggambarkan persatuan kerajaan Inggris dan Skotlandia di tahun 1604. Tepatnya pada lukisan yang berada tepat diatas pintu masuk menuju ke aula utama atau tempat jamuan di Banqueting House.

Di lukisan itu, James I terlihat memerintahkan putra mahkotanya, Charles I untuk meneruskan mahkota dan menjadi Raja Inggris dan Skotlandia. Di sudut kiri bawah lukisan itu, ada gambar perang yang dikalahkan oleh obor perdamaian. Sementara dua lukisan oval di samping kiri dan kanan menggambarkan kemenangan kebajikan atas keburukan.

Lukisan terbesar dan yang berada di tengah menggambarkan pengangkatan status James I setara dengan dewa. Disini digambarkan Raja James I diangkat tinggi-tinggi diatas kekaisaran dunia. Lukisan ini kabarnya dibuat untuk merayakan status monarki absolut dan kepercayaan James I bahwa para raja bukan hanya Letnan Tuhan di bumi, tapi juga oleh Tuhan sendiri mereka disebut sebagai dewa.

Kesemua lukisan kanvas di langit-langit ini terbingkai cantik dengan warna keemasan, sehingga menambah kesan mewah dan berkelas, tapi juga anggun dan mempesona. Menikmati karya seni di plafon ini benar-benar membuat Saya terpikat dan ingin tahu lebih banyak tentang lukisan, terutama yang berasal dari jaman keemasan pelukis dunia di abad pertengahan.

 

Arsitektur Bergaya Renaisans Italia

 

 

Tempat Jamuan Kerajaan

Banqueting House sendiri adalah satu-satunya bagian dari Istana Whitehall yang masih berdiri. Dibangun pada tahun 1622, tempat ini selamat dari musibah kebakaran yang meluluhlantakkkan Istana Whitehall di tahun 1698, serta sasaran bom saat perang dunia.

Dulunya, Banqueting House adalah tempat untuk menyambut tamu-tamu kerajaan. Disinilah mereka dijamu serta disuguhi tontonan seperti pertunjukan teater, musik dan tari, lengkap dengan kostum dan topeng berwarna-warni, ditemani penerangan yang masih berupa obor dan lilin.

Tempat ini juga merupakan bangunan bergaya Renaisans ala Italia pertama di Inggris, dengan jendela-jendela berukuran besar serta tiang-tiang kolom yang menjulang tinggi. Di abad ke-16, bangunan-bangunan di Inggris umumnya terbuat dari kayu. Hal ini membuat Banqueting House menjadi pelopor perubahan gaya arsitektur Inggris di abad pertengahan.

 

Ruang Bawah Tanah Tempat Minum Anggur James I

 

Ada satu ruang bawah tanah di Banqueting House yang dulunya digunakan oleh Raja James I untuk melarikan diri dari hiruk pikuk kehidupan istana. Disana adalah tempat favorit sang raja untuk menikmati segelas anggur dari gudang tempat penyimpanan anggur miliknya. Tempat itu kini banyak dihiasi lampu seperti lilin, agar pengunjung bisa ikut membayangkan kehidupan di abad pertengahan yang hanya bersumberkan obor serta lilin sebagai alat penerangan. Benar-benar menggugah imajinasi…

Sayangnya koleksi anggur milik raja sudah tidak kelihatan bekasnya di ruangan ini. Jadi pengunjung tidak dapat bersantai sambil menikmati segelas anggur, layaknya seorang raja.

Kalau ingin menuju ke Banqueting House yang terletak di pusat kota London sangatlah mudah. Dari stasiun kereta bawah tanah atau underground Westminster, pengunjung tinggal berjalan kaki sekitar lima menit. Atau bisa juga dari stasiun kereta dan underground Charing Cross yang diteruskan dengan berjalan kaki sekitar 10 menit.

Tiket masuk ke Banqueting House sekitar 70 ribu untuk dewasa dan gratis untuk anak-anak di bawah 16 tahun. Tempat ini juga bisa disewa untuk acara-acara jamuan, resepsi pernikahan, dan sebagainya. Berminat?.

 

Cerita wisata London lainnya kini hadir di buku “London dalam Sepekan: Wisata Sepak Bola, Kuliner, Belanja, dan Gratisan” oleh Rizka Maydita, terbitan Gramedia Pustaka Utama, Oktober 2012.

Beli buku online di BukaBuku.com dan dapatkan diskon 15% sekarang !.

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

* Copy this password:

* Type or paste password here:

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>